BEKASI – Kepemimpinan Kepala Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, H. Ajan, mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Kiprahnya dinilai tidak hanya terlihat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa, tetapi juga dari komitmennya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat(7/9/2026)
Salah satu apresiasi disampaikan Gunawan, warga Desa Cipayung. Ia menilai H. Ajan merupakan sosok pemimpin yang berupaya hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurut Gunawan, pemimpin bukan hanya dituntut mampu menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang dipimpinnya.
“Sebagai warga Desa Cipayung, saya merasa bangga memiliki sosok pemimpin seperti H. Ajan. Menurut saya, beliau benar-benar total mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Beliau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan berupaya memberikan yang terbaik bagi kemajuan Desa Cipayung,” ujar Gunawan.
Ia menilai, jabatan seharusnya dipandang sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan semata-mata sebagai kekuasaan atau kepentingan pribadi(7/9/2026)
Bagi Gunawan, kepemimpinan yang dijalankan dengan ketulusan akan meninggalkan sesuatu yang lebih berharga, yakni kepercayaan masyarakat dan keteladanan yang dapat dikenang dalam jangka panjang.
Ia juga menilai H. Ajan mampu menunjukkan sikap yang matang dalam menghadapi dinamika politik di tingkat desa. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menghormati proses demokrasi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
“Bagi saya, H. Ajan adalah sosok yang memiliki jiwa kesatria. Beliau tidak melihat jabatan sebagai sesuatu yang harus dimiliki selamanya. Jabatan adalah amanah. Ketika waktunya tiba, harus ada ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan pengabdian,” katanya.
Gunawan menambahkan, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari lamanya memegang jabatan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian dapat menjadi warisan moral yang terus dikenang masyarakat, bahkan setelah masa jabatan seorang pemimpin berakhir.


