Pemerintah yang di amanatkan rakyat untuk menjaga kelestarian lingkungan, ternyata belum bisa menjaga keseimbangan ekosistem.
Kabupaten Bekasi – BEKASIKEPO – Musibah Bencana Banjir yang melanda kabupaten Bekasi ternyata lebih besar dan luas di bandingkan kejadian banjir pada tahun 2020 yang lalu, Di tahun 2020, Status Tanggap Darurat diberlakukan Bupati Bekasi Alm, Eka Supria Atmaja setelah banjir melanda 41 desa di 20 kecamatan di Kabupaten Bekasi, yang mengakibatkan 13.771 KK terdampak banjir. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan status tanggap darurat yang dimulai sejak 25 Februari sampai dengan 2 Maret 2020.
Sedangkan Banjir yang terjadi di Maret 2025, berdasarkan Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, sebanyak 61.648 jiwa terdampak banjir sejak Selasa (4/3/2025) hingga Rabu (5/3/2025).
- Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Bangun Pintu Air dan Cerucuk Bambu Atasi Rob serta Sampah di Babelan
- Modus Leasing Palsu, Karyawan di Cikarang Timur Kehilangan Sepeda Motor
- Tangis Haru Pecah di Panggung Perpisahan SDN Karangbaru 06, Kenangan Enam Tahun Tak Terlupakan
- Nasabah PNM Yogyakarta Buktikan Usaha Kecil Bisa Tumbuh, dari Tekanan Utang hingga Jualan di Final PFL 2026
- Kemarau Panjang dan Krisis Air, 1.500 Hektare Sawah di Bekasi Tak Bisa Ditanami
” Data sementara terdampak banjir di wilayah kabupaten Bekasi hingga Rabu, ( 05/03/2025 ) tercatat sebanyak 16.371 KK atau 61.648 jiwa, ada 40 Titik Banjir, yang tersebar di 24 Desa, dari 16 Kecamatan, dan kita sudah tetapkan menjadi Tanggap Darurat ” Ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis dalam keterangannya.
Aktifis lingkungan yang juga Sekjen Jurpala Indonesia, Sofyan. Menjelaskan, Bencana Banjir yang melanda kabupaten Bekasi di tahun 2025, Akibat oknum-oknum manusia yang tidak bisa menjaga keseimbangan ekosistem.
” Pemerintah yang di amanatkan rakyat untuk menjaga kelestarian lingkungan, ternyata belum bisa menjaga keseimbangan ekosistem, lahan hijau berubah jadi kawasan industri dan perumahan, Analisa Dampak lingkungan dengan di babatnya pohon dan Danau resapan seperti mainan saja, akibat nya, ya seperti ini, perekonomian terganggu, rakyat kembali jadi korban oknum para pejabat korup dan oknum perusahaan kapitalis ” ujar Sofyan.
Puluhan ribu jiwa terdampak banjir tersebut yang tersebar di 16 kecamatan, antara lain Babelan, Sukawangi, Tambun Utara, Cibitung, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Serang Baru, dan Sukatani. Kecamatan lainnya, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Bojongmangu, Cibarusah, Cikarang Pusat, dan Setu. ( Red )


